Tampilkan postingan dengan label Do It Yourself. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Do It Yourself. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2018

Ubah Perabot Lawas Jadi "Instagramable"


Mengecat perabot lawas dengan warna-warni yang atraktif. (Foro: Dokumen pribadi)

Saat pulang ke rumah orang tua dan melihat kursi teras sudah sangat kusam, tiba-tiba dalam benak terlintas niat untuk menggantinya dengan "yang baru". Bukan membelinya, tetapi mengecat ulang perabot lawas tersebut agar tampak baru. Tidak selamanya sesuatu yang baru harus diadakan dengan cara membeli, bukan? Apalagi saat kondisi keuangan kurang mendukung.

Bagaimanapun mengecat perabot bukan pekerjaan sulit. Pada dasarnya semua orang bisa mengecat perabot, terlebih jika hanya untuk kebutuhan pribadi (a.k.a. not for sale). Tak ada salahnya belajar dari masyarakat negara maju yang kebanyakan justru melakukan sendiri berbagai pekerjaan yang dapat dipelajari dan/atau tidak memerlukan keahlian khusus. Istilah kerennya Do It Yourself (DIY).

Jadilah proyek DIY saya dalam masa liburan kali ini adalah mengecat perabot lawas agar tampil lebih atraktif dan... Instagramable! Yuk, ikuti langkah-langkahnya berikut ini!


Peralatan, Material, dan Biaya 
Berikut peralatan dan material utama yang perlu kita siapkan.
  • Kuas 1-2 ukuran sesuai dengan bidang pengecatan. Untuk permukaan yang luas bisa digunakan kuas ukuran sedang-besar, sementara bagian detail seperti lekukan pilih kuas kecil.
  • Wadah bekas yang bersih dan sesuai untuk mengencerkan cat.
  • Ampelas secukupnya.
  • Cat dasar (thinner/afduner) sesuai material furnitur.  
  • Cat (top coat) sesuai material furnitur dengan warna sesuai selera.
  • Pernis bening untuk pelapis akhir.
  • Siapkan juga koran/kain bekas secukupnya untuk alas lantai, juga perlengkapan pelindung diri, seperti masker, sarung tangan, dan pakaian kerja yang sesuai.  
Untuk mengecat satu set kursi kayu (meja kecil dan 2 buah kursi), saya hanya menghabiskan dana kurang dari seratus ribu rupiah. Pilihan saya adalah cat kayu Avian High Gloss Enamel 50 cc seharga Rp16.000,00 per kaleng.

Menyiapkan Permukaan Perabot
  • Siapkan perabot lawas yang akan dicat ulang. Letakkan perabot pada permukaan lantai yang datar dan telah dialasi dengan lembaran koran/kain bekas untuk menghindari kotoran dan/atau noda cat pada lantai. Jika mungkin, cari area terbuka di luar rumah.
  • Sebelum mengaplikasikan cat warna sesuai pilihan, siapkan permukaan perabot. Pertama-tama, perbaiki bagian-bagian yang rusak; jika perlu lakukan pendempulan pada celah atau bagian yang berlubang, permukaan yang cacat, berbintik-bintik, dan sebagainya.
  • Lakukan pengampelasan seluruh permukaan perabot secara merata untuk membersihkan sisa-sisa cat lama dan menghaluskan permukaannya.
  • Terakhir, bersihkan furnitur dari kotoran akibat pengampelasan, debu, minyak, dan berbagai noda lain. Gunakan lap bersih yang lembut. Jika perlu campur sedikit deterjen ringan dalam air untuk membersihkan. Seka permukaan hingga bersih dan biarkan kering secara alami.

Tahap Pengecatan
  • Pertama, aplikasikan cat dasar sesuai material perabot agar nantinya memudahkan pengecatan serta membuat cat menempel kuat dan tahan lama. Sebaliknya, lewati tahap aplikasi cat dasar ini bila ingin mendapatkan furnitur dengan tampilan kuno, seperti permukaan dengan cat agak mengelupas atau bersemburat hitam/cokelat kayu.
  • Setelah cat dasar kering, terapkan pengampelasan ringan untuk membantu menguatkan pelekatan cat pada permukaan furnitur. Jangan lupa bersihkan debu yang tersisa.  
  • Aplikasikan cat (top coat) dengan warna sesuai pilihan. Tambahkan pengencer (thinner) untuk mengurangi kekentalan cat, sehingga lebih mudah diaplikasikan secara merata dan kita dapat bekerja secara lebih detail tanpa takut cat mengering terlalu cepat. Aduk cat agar warna merata. Untuk hasil terbaik, lakukan setidaknya dua kali pengecatan. Pengecatan kedua diterapkan setelah lapisan pertama kering sempurna. Gunakan kuas dengan ukuran yang sesuai.    
  • Setelah cat kering sempurna, aplikasikan pernis bening (opsional) agar didapatkan permukaan perabot dengan daya tahan lebih lama dan tampak lebih berkilau.
  • Pastikan cat telah kering dengan sempurna sebelum Anda memindahkan perabot ke tempat yang diinginkan.
dokpri
Teras sederhana pun tampak lebih menarik dan Instagramable. (Foto: Dokumen pribadi)

Berfoto dengan perabot lama rasa baru yang ceria. (Foto: Dokumen pribadi)

Nah, gampang kan? Mengecat sendiri perabot lawas yang ada di rumah akan memberikan banyak manfaat. Selain menghemat pengeluaran, kegiatan ini juga dapat menjadi salah satu bentuk refreshing, sarana belajar bagi anak-anak, dan sebagainya. Kalaupun hasilnya kurang sempurna, yakinlah hati kita pasti akan tetap bahagia. Dengan memilih cat warna-warni yang menarik, kita bahkan dapat membuat perabot kusam menjadi tampak lebih atraktif dan Instagramable.

Semarang, Awal Juli 2018


Tulisan ini juga dimuat di akun blog keroyokan saya di www.kompasiana.com

Selasa, 01 Mei 2018

Rosario: Gampang Membuatnya, Sulit Mendoakannya

Untaian Rosario karya ayahku di Pondok Rosario Nasareth (dokpri)

Suatu hari pada tahun 2009, aku belajar membuat untaian rosario dari manik-manik plastik. Dengan banyak melihat serta menyimak instruksi dari ayahku yang berlaku sebagai "sang suhu" sekaligus pemilik Pondok Rosario Nazareth, aku mulai mencoba membuatnya. 

Bahan-bahanya sudah disediakan, yaitu manik-manik terbuat dari plastik, batu; sepotong kawat alumunium tipis yang mudah dibentuk;  bandul salib dan harces (lingkaran bergambar Bunda Maria atau Bunda Maria dan Yesus). Semua bahan dapat dibeli di pasaran dengan mudah. Alat yang digunakan adalah berbagai jenis obeng pembengkok dan pemotong berukuran kecil yang mudah digenggam.

Caranya mudah. Satu per satu kita buat kait perangkai dari alumunium pada setiap manik-manik. Alumunium dimasukkah ke dalam lubang manik-manik lalu dibengkokkan sedemikian rupa agar terikat kuat dan tidak lepas. Lalu manik-manik yang satu dirangkai dengan yang lain. Caranya, menyambungnya dengan alumunium yang juga dibengkokkan sedemikian rupa. Rangkaian disesuaikan dengan jumlah doa rosario yang ada (dari awal hingga akhir). 

Sayang sekali, waktu itu "suhuku" belum memperbolehkan aku merangkainya dengan bandul salib dan Bunda Maria.

Dalam waktu beberapa jam saja aku sudah bisa menyelesaikan seluruh bagian manik-manik dalam rosario. Walaupun kursusku belum tuntas, tetapi aku sudah dapat menyimpulkan bahwa membuat manik-manik rosario itu gampang banget. Hanya perlu ketelatenan!

Namun, jika kurenungkan dengan baik dan melakukan introspeksi diri secara jujur, harus kuakui bahwa mendoakan "Doa Rosario" tidak segampang membuat rangkaian manik-maniknya. Mendoakan di sini dalam arti secara rutin dan berkesinambungan. Jangankan hari-hari biasa, hari-hari dalam Bulan Rosario atau Bulan Maria saja, sering kali aku tidak "tuntas" mendoakannya tanpa putus selama sebulan penuh. 

Biasanya di Lingkungan/Wilayah tempat tinggalku Doa Rosario dilakukan bersama setiap hari bergilir dari satu rumah ke rumah lain selama sebulan penuh. Namun, ada saja kendalan tidak bisa datang setiap hari. Kadang harus selesaikan pekerjaan, kadang kecapekan, atau yang paling parang ada juga kadang muncul rasa males. Apalagi kalau rumahnya jauh dan harus jalan kaki. 

Kalau tidak datang doa bersama niat hati hendak berdoa sendiri, tetapi kadang-kadang kendala lain muncul, mungki malas, sudah ngantuk, lupa, dan berbagai alasan klise lain. 

Padahal, untuk mendaraskan Doa Rosario hanya perlu meluangkan waktu sekitar 15 -20 menit. Jika dilengkapi dengan doa pendukung lain, mungkin memerlukan waktu 30 menit. Tidak ada 1/10 pun dari waktu 24 jam yang kumiliki. 

Itulah kelemahan yang harus terus-menerus diperbaiki. 

Semoga Bulan Maria tahun ini menjadi waktu introspeksi bagiku, untuk menyediakan waktu lebih banyak bagi Tuhan dan Bunda Maria yang sangat kuhormati. 


Depok 1 Mei 2018 
(Re-write tulisan lama)




Sabtu, 19 Desember 2009

Hydrogel – Media Tanam Kreatif

Sumber foto: jualo.com

Baru-baru ini saya mengenal media tanam baru bernama hidrogel (hydrogel). Saya mendapatkan informasi dari seorang teman di kantor. Kebetulan bapaknya berkecimpung di bidang pertanian.

Hidrogel adalah gel kristal berbahan polimer yang konon menurut promosinya cukup aman dan ramah lingkungan.

Penggunaannya hidrogel sangat praktis dan efisien. Hidrogel bekerja dengan cara menyerap air dan menyimpan di dalam butirannya. Gel yang semula berukuran kecil akan menggembung atau membesar karena menyerap air.

Tanaman yang ditanam dengan media ini, akan menyerap air dari hidrogel . Kelembaban dan pasokan air bagi tanaman akan tersedia hanya melalui gel ini. Oleh karena itu, media ini sangat tepat digunakan sebagai media tanam hidroponik.

Jenis tanaman yang tepat ditanam dengan media ini antara lain jenis philodendron, anthurium, sirih-sirihan, sansivera, dan berbagai jenis lain asal bukan tanaman berakar keras, seperti adenium, dll. Kemampuan hidrogel memasok air bagi tanaman dalam jangka waktu relatif lama (setidaknya 1-2 minggu) membuat kegiatan bertanam lebih praktis, karena tidak perlu menyediakan waktu terlalu sering untuk menyiram, memupuk, ataupun mengganti media. Kita hanya perlu menambahkan air, jika gel sudah terlihat menyusut (karena berarti air di dalamnya telah berkurang).

Dilihat dari bentuknya, ada dua jenis hidrogel yaitu bulat dan kristal. Ciri menarik dari hidrogel adalah berkilau dan tersedia dalam aneka warna . Hidrogel menjadi pilihan media tanam yang menarik jika diaplikasikan di dalam vas kaca baik sebagai media tanam maupun dekorasi ruangan. Gel warna-warni dapat memberi kesan segar, hidup, dan eye catching. Oleh karenanya, hasil tanam dengan media gel dapat digunakan untuk menciptakan keindahan dan keasrian ruang dalam, seperti ruang tamu atau ruang kerja.

Meskipun hobi saya bertanam tidak terlalu intens, pengenalan hidrogel ini benar-benar menarik. Sangat menarik! Media tanam pengganti tanah ini menawarkan cara bertanam baru yang penuh kreasi, mudah, dan terkesan bersih. Tanaman hasil dikreasi dapat diletakkan di dalam rumah sebagai penghias.

Saya memang belum banyak mencoba. Namun, setidaknya telah beberapa gelas/wadah kaca tidak terpakai yang sudah kumanfaatkan untuk mencoba bertanam dengan media ini. Melihat hasilnya yang tidak terlalu mengecewakan, membuatku berharap memiliki waktu cukup banyak untuk berkreasi. Tidak ada salahnya juga menyebarkan informasi kreatif ini, mengajak teman-temanku turut menikmati keindahan butir-butir gel warna-warni. Semoga hidup ini pun akan semakin berwarna.