Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Mei 2018

Tangkal Hoaks, Galakkan Jurnalisme Perdamaian

(Sumber: GDJ - Pixabay.com)

Dalam suasana duka atas teror di Mako Brimob Depok disusul tragedi bom di tiga gereja di Surabaya, ternyata masih saja tersebar banyak berita terkait ancaman bom. Bukan hanya di Surabaya, tetapi juga di kota-kota lain, seperti Sidoarjo, Semarang, Jakarta, dan lain-lain. Tragisnya, berita yang sontak menimbulkan keresahan dan ketakutan di masyarakat ternyata adalah berita palse/bohong (fake news) alias hoax!

Hoax adalah berita palsu yang sama sekali tidak benar, bahkan sumber beritanya pun tidak jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Namun ketika menerima berita bohong semacam itu, tidak sedikit orang yang langsung menyebarluaskannya ke berbagai grup WA/BBM atau media sosial lain yang diikutinya. Mereka tidak lagi memeriksa kebenaran berita dan/atau kredibilitas sumber berita. Sebagian orang bahkan "merasa berjasa" jika menjadi orang pertama yang berhasil menghadirkan "berita bohong" tersebut ke ruang-ruang komunikasi di media sosial. Mereka seakan tidak peduli bila nantinya berita tersebut memicu polemik; berakibat munculnya kericuhan atau perselisihan antarkelompok; terusiknya kedamaian dan perdamaian karena merasa ketakutan atau terpicu kebencian; dan berbagai dampak buruk lain.

Sikap "asal sebar berita" dan "tidak peduli dampak berita" tersebut agaknya ingin diantisipasi oleh Paus Fransiskus-Pemimpin Gereja Katolik seluruh dunia-lewat pesan yang dikeluarkan pada Hari Komunikasi Sedunia (World Communications Day) pada 13 Mei 2018 yang lalu. Pesan Paus Fransiskus yang menjadi tema perayaan ini adalah "Berita Palsu dan Jurnalisme Perdamaian". Dengan pesan ini, Paus menegaskan bahwa Gereja Katolik menaruh perhatian serius atas ancaman beredarnya berita bohong (hoax) yang kian marak dan memprihatinkan. Seruan Paus Fransiskus terkait pentingnya "jurnalisme perdamaian" ini pertama kali disampaikan pada Pesta St. Fransiskus de Sales, Pelindung Para Jurnalis, pada tanggal 24 Januari 2018.

Sebagai informasi, Hari Komunikasi Sedunia (World Communications Day) menjadi satu-satunya perayaan di seluruh dunia yang diminta oleh Konsili Vatikan Kedua (Inter Mirifica-Dekret tentang Upaya-Upaya Komunikasi Sosial-salah satu dekret dari Konsili Vatikan II pada 1963). Setiap tahun Hari Komunikasi Sedunia dirayakan sebelum Perayaan Pentakosta. Hari Komunikasi Sedunia pertama kali dirayakan pada 7 Mei 1967, dan tahun ini menjadi perayaan yang ke-52.

Kembali kepada Surat Paus Fransiskus, kita diingatkan bahwa komunikasi adalah bagian dari rencana Allah bagi manusia serta jalan utama menjalin persahabatan. Sebagai manusia yang diciptakan seturut gambar dan rupa Sang Pencipta, idealnya kita mengungkapkan serta membagikan hal-hal yang benar, baik, dan indah. Kita perlu waspada karena keegoisan dan kebanggaan diri mampu merusak cara kita menggunakan kemampuan berkomunikasi. Kemampuan memutarbalikkan kebenaran menjadi gejalanya. Terlebih lagi pada era komunikasi dan sistem digital yang berubah demikian cepat ini.
Sumber: www.vaticannews.va & www.dbb.org.au

Paus Fransiskus mengajak dunia, terutama Umat Katolik, untuk memahami berbagai hal terkait makna berita palsu/bohong (fake news) atau hoax; bagaimana mengenali berita bohong; juga cara mempertahankan diri dari kepalsuan dan/atau menangkal berita bohong. Beberapa hal penting terkait berita bohong (hoax) yang disampaikan Paus Fransiskus dalam suratnya saya catat dalam poin-poin berikut.
  • Berita palsu/bohong didasarkan pada data yang TIDAK ADA atau TERDISTORSI untuk menipu dan/atau memanipulasi penerima berita. Pada umumnya memiliki tujuan tersembunyi, seperti memengaruhi keputusan politik, melayani kepentingan ekonomi, dan sebagainya.
  • Berita palsu/bohong biasanya terlihat masuk akal atau meyakinkan dan mampu menarik perhatian karena memunculkan stereotip serta hal-hal yang ingin diketahui masyarakat, dan mengeksploitasi beragam emosi sesaat, seperti kecemasan, kemarahan, penghinaan, dan frustasi.
  • Berita palsu/bohong cenderung berkembang karena adanya interaksi masyarakat dalam lingkungan digital yang homogen yang cenderung tidak mempan ditembus perbedaan pendapat (sudut pandang). Kondisi demikian semakin berkembang karena tidak ada sumber informasi lain yang secara efektif mampu menandingi prasangka serta menghasilkan dialog yang konstrukstif. Akibatnya si penerima berita pun kemudian justru menjadi "penyebar" berita terkait.
  • Berita palsu/bohong cenderung mendeskreditkan orang lain, menghadirkan mereka sebagai musuh, sampai pada titik yang menjelekkan mereka dan menimbulkan konflik.    
  • Berita bohong mencirikan sikap tidak toleran dan hipersensitif, dan hanya mengarah pada penyebaran arogansi dan kebencian.
  • Berita palsu/bohong SELALU BERBAHAYA, sekalipun hanya sedikit saja fakta yang terdistorsi; dan memercayai berita bohong mengemban konsekuensi yang sangat buruk.
  • Berita palsu/bohong menyebar dengan cepat, menjadi viral, dan sulit dihentikan, BUKAN karena tingginya rasa berbagi sebagaimana jiwa media sosial, melainkan karena terangsangnya keserakahan/ego dalam diri manusia yang cenderung tak kunjung terpuaskan. Misalnya, rasa haus akan kekuasaan dan keinginan untuk memiliki atau menikmati sesuatu.

Waspada fake news alias hoax (Sumber: Geralt - Pixabay.com)

Paus Fransiskus berpesan bahwa meskipun bukan pekerjaan gampang, kita semua bertanggung jawab menangkal berita bohong. Pada salah satu bagian Bapa Paus menyebut perlunya pendidikan tentang kebenaran, agar kita dapat membedakan, mengevaluasi, dan memahami keinginan terdalam kita. Jangan sampai kita kehilangan pandangan tentang apa yang baik dan menyerah pada setiap godaan. Selanjutnya beliau juga menyampaikan bahwa untuk mempertahankan diri dari kebohongan kita perlu memiliki penangkal jitu, yakni pemurnian oleh kebenaran.

Kebenaran bukan hanya tentang benar-salah atau sekadar mengungkap yang tersembunyi, tetapi mencakup keseluruhan hidup kita. Dalam Alkitab, kebenaran bermakna dukungan, solidaritas, juga kepercayaan. Kebenaran dapat menjadi tempat bersandar agar tidak jatuh. Satu-satunya yang sungguh dapat diandalkan serta dipercaya adalah Tuhan yang hidup. Dalam iman Kristiani, Kristuslah Kebenaran. Kita menemukan dan kembali menemukan kebenaran ketika kita mengalaminya sendiri, dalam kesetiaan dan kepercayaan kepada Sang Kebenaran yang mengasihi kita. Dengan demikian kebenaran akan membebaskan kita, sebagaimana kutipan yang dipilih "Kebenaran akan memerdekakan kamu" (Yoh. 8:32).

Paus Fansiskus menekankan agar kata maupun perbuatan kita hendaknya bebas dari kepalsuan. Kita pun harus senantiasa mencari relasi. Dengan demikian kata dan sikap kita benar, otentik, dan dapat dipercaya. Sementara, untuk mengenal kebenaran, kita diajak mengenali segala hal yang mendorong kerukunan serta memajukan kebaikan; bukan yang cenderung mengasingkan, memecah belah, dan menentang. Menurut Bapa Paus, kita dapat mengenali kebenaran dari suatu pernyataan melalui buah-buahnya. Apakah perkataan tersebut memancing pertengkaran, memunculkan perpecahan, mendorong pengunduran diri; ataukah sebaliknya yaitu mengembangkan informasi dan refleksi matang yang mengarah kepada dialog konstrukstif yang bermanfaat.
 
Sebagai penutup, Paus Fransiskus mengajak semua orang untuk memajukan jurnalisme perdamaian. Jurnalisme perdamaian adalah jurnalisme yang jujur serta menentang kebohongan, slogan-slogan retoris, dan berita utama yang sensaisonal. Jurnalisme perdamaian diciptakan oleh masyarakat dan untuk masyarakat, melayani semua orang, terutama mereka yang tidak bersuara. Jurnalisme perdamaian tidak terfokus pada "breaking news" saja, tetapi juga berupaya menyelidiki penyebab konflik guna mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam dan berkontribusi memberi solusi dimulai dengan proses yang baik. Jurnalisme perdamaian berkomitmen menunjukkan berbagai alternatif terkait peningkatan perselisihan dan kekerasan verbal.
Berhati-hati sebelum membagikan berita/informasi di media sosial (Sumber: stux - pixabay.com)

Meskipun Paus Fransiskus secara khusus menyebut "jurnalis" atau "pewarta", sebenarnya surat beliau menyapa semua orang dari segala profesi. Surat ini juga relevan untuk masyarakat universal. Bagaimanapun harus disadari bahwa saat ini bukan jurnalis/pewarta saja yang memiliki kemampuan "menyebarkan" berita tetapi juga masyarakat awam.  Semakin canggihnya gawai dan pesatnya perkembangan media sosial daring (online), membuat sebuah berita/informasi dapat tersebar dengan sangat cepat hanya dalam hitungan detik.  Oleh karena itu, setiap pribadi diketuk untuk memiliki tanggung jawab sosial membantu menghentikan penyebaran berita/informasi bohong. Yuk tangkal hoax, galakkan jurnalisme perdamaian!

Depok, 15 Mei 2018
@dwiklarasari


Sumber bacaan:
Surat Paus Fransiskus pada World Communication Day 2018 yang secara lengkap dapat dibaca lewat tautan ini.

Artikel ini juga tayang di akun Kompasiana saya 


Senin, 10 Mei 2010

INTERNET Membuat Dunia (ku) Semakin Tak Berbatas

Salah satu hobiku sejak duduk di bangku Sekolah Dasar adalah korespondensi. Surat pertamaku kukirim untuk Ayah tercinta yang sedang belajar di kota Yogya. Saat-saat menunggu balasannya adalah waktu yang menegangkan. Ketika Pak Pos (yang kala itu masih bersepeda) datang, tak pelak aku pun selalu melonjak kegirangan. Surat-suratku berikut kukirim untuk teman dan sahabat penaku.
Semasa SMA sering aku duduk berkutat di meja belajar hingga lewat tengah malam. Setiap mengintip Ayah mengira aku belajar keras
untuk ulangan esok hari. Namun Beliau akan terbelalak saat mendatangi mejaku. Karena yang ada di depanku bukanlah buku pelajaran atau catatan… tetapi lembaran-lembaran surat yang sedang kuselesaikan. Saat itu sahabat penaku ada belasan bertebaran di berbagai kota dan pulau di Indonesia. Saat Ayah memutuskan pindah rumah di pinggiran kota Semarang, semua surat jatuh di rumah Pak RT. Kasihan Pak RT… setiap beberapa hari sekali Beliau harus datang ke rumahku untuk mengantar surat-surat yang terkirim untukku. Lebih kasihan lagi, Suster Kepala di SMA-ku. Keputusan Beliau untuk menyensor surat-surat yang diterima siswanya , “maaf” menjadi senjata makan tuan. Olala… tugas Beliau akan menjadi semakin berat jika teman-temanku melayangkan suratnya ke sekolahku. Surat temanku sering kali ada berlembar-lembar… :-)

Entah mulai kapan tak begitu kuingat. Mungkin d
i era 80-an. Tak kuingat pula siapa yang pertama memperkenalkannya padaku. Tiba-tiba saja aku sudah mengenal internet. Kala itu warung internet (warnet) belum sebanyak sekarang. Tapi ada teman yang cukup berada yang bisa melakukan koneksi internet di rumahnya. Saat itu internet membuatku begitu takjub… tanpa kutahu siapa penemunya dan bagaimana cara kerjanya. Yang ada di benakku hanyalah: internet itu penemuan hebat! Aku bisa berkirim surat bahkan mengobrol dalam suatu komunitas tanpa harus pergi ke kantor pos. Aku pun tak perlu lagi menunggu berhari-hari, berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk mendapat balasan/tanggapan. E-mail telah menggantikan komunikasi berbasis kertas surat. Alhasil, kedatangan Pak Pos (yang telah berganti dengan sepeda motor) menjadi tak sesering waktu-waktu sebelumnya.

Internet berkembang begitu pesat. Meski tidak semua orang berniat mencari tahu sejarah penemuannya, sebagian besar orang kini merasa harus m
ampu memanfaatkan internet. Tidak hanya generasi yang lahir di era 80-an atau 90-an, generasi yang lahir beberapa dekade sebelumnya pun banyak yang merasa belum eksis bila belum bersentuhan dengan “dunia ajaib itu”. Tak hanya sebagai sarana komunikasi, Internet dengan cepat menyusup dan berperan dalam segala bidang kehidupan. Pendidikan dan riset, bisnis dan perbankan, administrasi pemerintahan, sosialisasi, pers serta penerbitan, dan sebagainya.
  • Pada masaku sekolah informasi hanya dapat ditemukan di buku-buku. Tapi murid sekolah di era internet ini tidak lagi menganggap buku sebagai gudang ilmu. Mereka mampu mendapatkan informasi tanpa memiliki buku. INTERNET adalah jawabannya! Sosok ini telah mampu menggantikan peran buku dan perpustakaan.
  • Di era internet transaksi jual-beli tak harus bertatap muka. Dari sekedar membeli asesoris hingga baju, buku hingga barang elektronik, onderdil hingga mobil… semua bisa dilakukan melalui INTERNET.
  • Bayar-membayar segala macam tagihan, cek rekening, transfer dana, dan apapun kegiatan perbankan bisa dilakukan melalui INTERNET.
  • Peranan INTERNET bagi dunia pers dan penerbitan ataupun bidang keamanan.. tak perlu dipertanyakan lagi.
Di internet telah tersedia berbagai mesin pencari (search engine, seperti: google, altavista, infoseek, alweb, dsb) yang semakin canggih dan bervariasi. Dengan menulis satu kata kunci (keyword) atau lebih pada sebuah search engine kita dapat menemukan “banyak hal” (kalau tak boleh dibilang “apapun”) yang kita mau. Ensiklopedi, kamus, modul, mesin konversi (satuan, mata uang, dll, berikut kalkulator), info cuaca, info waktu di seluruh dunia, dan banyak lagi. Semua akan tersaji cepat pada layar monitor yang hanya berukuran sekian inchi.

INTERNET dengan segala kelebihannya telah menguatkan lahirnya era globalisasi. Era di mana tak ada lagi batas-batas nyata yang memisahkan berbagai bidang kehidupan di dunia. Batas geografis, politis, da
n ideologi tidak lagi menjadi penting. Jika pada zaman Marcopolo dunia terasa amat sangat luas dengan benua-benua terpisahkan oleh lautan dan samudra, maka kini dunia seolah tak berbatas. Sekarang... menit pertama kutulis/ucapkan hello dari tepian Jakarta, tak sampai menit kedua temanku di Skive-kota di kerajaan kecil Denmark dekat kutub utara sudah membalas sapaku itu. Hobi travelling-ku yang sering terkendala oleh dana sedikit terpenuhi dengan adanya INTERNET. Tanpa membeli tiket dan pergi keluar rumah, kini aku bisa melang-lang melihat keelokan pulau-pulau di Indonesia bahkan pergi ke Italia-negeri impianku.

Dunia semakin tanpa bat
as dengan kecanggihan World Wide Web (www) atau web di INTERNET. Menurutku penemuan www ini sangat menakjubkan. Berbagai informasi (dokumen/tulisan, gambar, suara, gambar+suara, dll) dari seluruh benua di planet Bumi ini dapat ditemukan dalam tempo sesingkat-singkatnya. Dari wilayah di belahan bumi utara hingga selatan, dari belahan timur hingga barat, bahkan dari luar angkasa sekalipun. Dunia benar-benar semakin tak berbatas. “Dunia hanya selebar daun kelor” atau tepatnya “dunia hanya selebar monitor”. Tunggu... kini dunia bahkan hanya menjadi selebar LCD telepon seluler-yang bisa mencapai 2,5 x 3,5 cm saja. Sebab, oleh perkembangan teknologi, kini internet pun dapat diakses melalui telepon seluler.

Dunia semakin tak berbatas! Menurut sumber yang dapat dipercaya (www.internetworldstats.com) hingga tahun 2008 ada kira-kira 1,5 miliar pengguna internet dari total 6,7 miliar penduduk dunia pada saat itu. Artinya, lebih dari 20% penduduk dunia mengandalkan INTERNET . Di Indonesia persentasenya diperkirakan mencapai 13% dari jumlah penduduk saat itu. Survei membuktikan, pengguna internet terus berkembang dan meningkat rata-rata 20%. Jika menggunakan hitungan kasar, tak sampai 50 tahun lagi semua generasi sudah terikat dalam “satu dunia mini” internet.

Waktu terus berjalan. Banyak perubahan dan perkembangan. Setiap orang berubah dan berkembang. Sekolah berpindah, rumah tinggal berpindah, teman datang dan pergi silih berganti, bekerja ke lain kota atau ke lain pulau, bahkan melang-lang hingga ke negeri seberang. Alamat surat berubah, nomor telepon berganti, e-mail address berubah, … dan kadang kala semua itu luput dari catatan pribadi. Akibatnya, banyak orang sering kali kehilangan komunikasi (lost contact) dengan keluarga, sahabat,dan orang-orang yang pernah hadir dalam hidupnya. Tapi jangan takut, siapapun yang pernah mencatatkan diri dalam dunia maya INTERNET, akan dengan mudah ditemukan. Saat ini begitu banyak situs jejaring sosial di internet yang berjasa menemukan “orang hilang” dan menghubungkan kembali banyak pertemanan yang lepas di masa lalu. Facebook, Friendster, Twitter, Myspace, dan banyak lagi. Jika kuketik nama satu temanku yang “hilang” pada search engine (asalkan dia pernah menuliskan namanya di internet misalnya terkait pekerjaan, tulisan, blog, jejaring sosial, dan sebagainya) maka kemungkinan besar dia akan ditemukan dengan mudah. INTERNET oh INTERNET… hebatnya kau!!!



JEDA….


NAMUN TERNYATA, internet tak hanya hebat, tak hanya membawa keuntungan dan kebaikan. Banyak hal buruk ternyata juga hadir bersama lahir dan berkembangnya INTERNET. Bukan hanya ulah iseng penyebar virus/hacker atau pembobol akun pribadi. Berbagai penipuan di INTERNET semakin marak dan canggih dan berbagai kejahatan lain terus mengintai. Pembobolan rekening pribadi/credit card, perdagangan narkoba, perdagangan anak hingga prostitusi lewat internet bukan hal baru. Bahkan terorisme pun kini telah berbasis internet. Tak hanya itu, dampak penggunaaan internet yang salah menjadi ancaman tersendiri. Dari game online yang berdampak addicted hingga pengaksesan situs-situs berbau pornografi oleh anak-anak di bawah umur membawa berbagai dampak sosial yang mengkhawatirkan. INTERNET oh INTERNET...
Sesungguhnya, selain berisi kekaguman tulisan ini ingin menyisipkan suatu pertanyaan beraroma kekhawatiran. Benarkah INTERNET melulu membawa keuntungan dan berjasa tiada tara bagi dunia? Untuk menemukan jawabannya, tentu memerlukan sebuah tulisan khusus.



Note:
Tulisan ini terinspirasi oleh isi threat
http://jonasgobang.blogspot.com (Social and Political Implication of Decentralized Network: Teknologi Informasi Membawa Implikasi Sosial dan Politik dalam Dunia Tanpa Batas).

Minggu, 15 Maret 2009

Pelanggan Setia Warnet?

Aku tidak ingat sejak kapan mulai berkawan dengan teknologi internet. Entah sudah berapa pula warung internet (warnet) pernah jadi langgananku. Mulanya aku memang hanya perlu mengirim surat dan foto lewat email agar komunikasi mudah, cepat, dan murah. Kemudian mulai kucoba browsing, mencari informasi & data untuk pekerjaan atau sekadar memenuhi rasa ingin tahu.

Salanjutnya, entah tahun berapa saat blog mulai booming, aku pun mulai mengintip dan terkagum-kagum pada sejumlah blog yang bertebaran. Sebenarnya saat itu aku sudah ingin belajar atau ikut nge-blog. Namun, aku belum berani duduk berlama-lama di warnet untuk mempelajari dan membuat blog.

Alasannya belum tersedia cukup dana, bahkan untuk menikmati blog orang lain pun kugunakan fasilitas save page as. Kalau semua informasi dibaca di warnet bisa bikin jebol kantong. Hehehe... Jadi saat itu mempunyai blog sendiri memang masih sekadar keinginan.

Kantor tempatku bekerja pun belakangan juga menyediakan fasilitas internet. Namun berselancar untuk kepentingan pribadi dengan fasilitas kantor tentu tak bisa bebas, paling sebatas kirim dan buka email. Sisanya lebih urusan pekerjaan. Meskipun begitu banyak informasi penting yang kudapat. Namun tetap saja keinginan membuat blog tidak dapat diwujudkan saat itu.

Eh, mempunyai blog belum terealisasi... sudah heboh berbagai invitation dari berbagai web pertemanan... hi5, flixer, friendster, plaxo. Hingga yang terbaru dan berhasil menyihirku adalah facebook.

Akhirnya, aku memang merelakan dana lebih untuk main ke warnet. Beberapa hari sekali sepulang kerja aku mampir ke warnet. Men-download cara-cara membuat blog. Memilih layanan blog. Mempelajari blog orang lain. Mulailah aku belajar ngeblog, sampai akhirnya kubuat blog ini.

Untuk memilih layanan blog, membuat template, men-upload, hingga siap siap dibagikan ke orang lain kuperlukan waktu berhari-hari. Lalu sebagai sambilan kubuat Friendster account. Tapi ternyata menghabiskan waktu cukup banyak untuk mengelola keduanya. Belum lagi kalau browsing segala macam informasi.

Aku tipe orang yang selalu ingin tahu lebih banyak. Info tentang kesehatan/penyakit sering kucari via internet. Demikian pula informasi berita, tulisan, majalah, buku, hingga film. Semakin berselancar semakin banyak yang ingin kutahu. Alhasil jajan bulananku terserap ke warnet. Sekali duduk aku bisa menghabiskan 10-20 ribu. Seminggu bisa lebih dari 50 ribu. Waaah ... tekor nih, pikirku!

Hingga suatu hari kudengar informasi kalau hp-ku CDMA bisa dimanfaatkan sebagai modem ke PC. Segera Kubeli kabel USB dan kuinstal ke komputer. Voila, berhasil! Namun, baru berselancar selama 15 menit pulsaku sudah melayang lebih dari 20 ribu rupiah. Akhirnya, hanya saat mendesak saja kupakai hp-modem CDMA, selebihnya aku kembali menjadi pelanggan setia warnet.

Akhir 2008 sempat kudengar iklan di radio tentang smart yang menawarkan hp modem. Aku sangat tertarik, tetapi kuhitung-hitung tabunganku belum mencukupi. Kucari info untuk mencari solusi mengurangi kunjungan dan dana ke warnet. Seorang teman memberi informasi tentang firstmedia... layanan langganan tv kabel dan internet. Waah sangat menarik... ! Segera kubrowsing ke internet info tersebut. Sudah lengkap info harga dan segala macam dan siap memutuskan... eh baru teringat bahwa aku seorang kontraktor... alias pengontrak rumah. Rumah masih ngontrak dan kemungkinan besar masih berpindah-pindah tentu sangat tidak nyaman menggunakan layanan itu. Dengan menyesal, kubatalkan rencana yang telah matang itu.

Bagaimana akhirnya? Akhirnya Kupilih yang Smart

PS: Sementara kembali menjadi pelanggan setia warnet....

Sabtu, 14 Maret 2009

Akhirnya Kupilih SMART

Sumber: www.ahmaddonk.com

Awal Maret aku membaca iklan di kompas tentang "bundling modem" yang dikeluarkan beberapa provider CDMA. Ada satu yang sudah pernah kudengar di akhir 2008, yaitu smart.

Rupanya iklan tersebut sangat menarik hati. Oleh karenanya aku sgera berburu informasi ke internet tentang bundling modem ini. Layanan, harga, penawaran, dll. Dari hasil berselancar ke sana kemari akhirnya kudapatkan informasi yang cukup lengkap perihal bundling modem yang ditawarkan smart jump dan mobile 8.

Selanjutnya, kucari milis komunitas orang-orang yang ahli di bidang modem untuk mengetahui pendapat mereka tentang produk tersebut. Sejujurnya aku sendiri tidak terlalu mengenalnya. Beginilah informasi detail tentang smart bundling modem.

About Smart Jump Evolution-Data Optimized atau Evolution-Data

EV-DO atau EVDO adalah standard telekomunikasi untuk tranmisi data wireless melewati sinyal radio, secara spesifik untuk akses Internet broadband. EVDO menggunakan teknik multiplexing termasuk CDMA (Code Division Multiple Access) sebaik Time Division Multiple Access (TDMA) untuk memaksimalkan penggunaan baik secara individu ataupun keseluruhan sistem.

EVDO telah memiliki standard dari 3rd Generation Partnertship Project 2 (3GPP2) sebagai bagian dari standard keluarga CDMA2000, dan telah diadopsi oleh banyak provider telepon mobile dari seluruh dunia-khususnya mereka yang bekerja dalam jaringan CDMA. Digunakan juga oleh jaringan satelit telepon Globalstar.

EVDO didesain sebagai evolusi dari standard CDMA2000 (IS-2000) yang disupport dengan kecepatan data dan dapat disebarkan oleh layanan wireless. Channel EVDO memiliki bandwith 1,25MHz, bandwith yang seukuran dengan penggunaan IS-95A (IS-95) dan IS-2000 (1xRTT). Struktur channelnya, di sisi lain, sangat berbeda. Apalagi keseluruhan jaringannya acket-based, dan itu tidak dibatasi oleh batasan yang biasa ada dalam jaringan circuit switched.

Fitur EVDO, jaringan CDMA2000, telah menyediakan akses ke mobile device dengan kecepatan interface link forward 2,4 Mbit/s dengan Rev.0 dan sampai dengan 3.1 Mbit/s dengan Rev.A. Reverse link untuk Rev.0 dapat beroperasi sampai dengan 153 kbit/s, sementara itu Rev.A dapat beroperasi sampai dengan 1.8 Mbit/s. EVDO didesain untuk mengoperasikan end-to-end sebagai jaringan dasar IP, sehingga dapat mendukung aplikasi lain yang dapat beroperasi dalam jaringan dan batasan bit rate.

Ada beberapa revisi standar, dimulai dengan revisi 0 (Rev.0). Ini diperlebar dengan revisi A untuk mendukung Qos dan rating lebih tinggi dalam forward link dan reverse link. Kemudian pada tahun 2006 revisi B dipublikasikan dengan segala kelebihan yang ada didalamnya untuk mencapai standar yang lebih tinggi dan memperendah keterlambatan (lihat TIA-856 Rev B di bawah).

Peningkatan dari EV-DO rev A ke EV-DO rev B termasuk perkembangan software pada cell site modem, dan perlengkapan tambahan untuk EV-DO yang baru. Operator CDMA2000 yang sudah ada juga boleh mengubah saluran 1xRTT yang sudah ada ke frekuensi yang lain, sejak Rev B memerlukan semua DO carriers dalam 5 MHz.


Fitur Modem
SMART EVDO MV-140B
Wireless Internet Broadband USB Modem 
 Broadband Data up to 3,1 Mbps
Voice Calling and Text messaging
Dekstop or Laptop Compatible
Microsoft Outlook Synchronization
Display to View service Status
Battery Maximizes Power Transmission

Untuk informasi lebih jelas kunjungi http://www.nge-jump.com

Akhirnya,  dengan segala pertimbangan kupilih smart sebagai modemku.
Sekarang aku bisa ngeblog di rumah, sambil menunggu air mendidih untuk menyeduh kopi. Atau kapan saja kuinginkan.


PS:
Tertarik? Ayo ikutan mencoba!
Tapi sayang, coverage area baru sebatas Jabodetabek!