Tampilkan postingan dengan label Ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 September 2016

Mungkin Ibu Tahu Aku Pulang

Ning, kemari! Cepat!
Begitu ayahku memanggil
Setengah berbisik dan tergesa
Seakan tak ingin kehilangan momen
Kutinggalkan kerja dan bergegas datang

Kau dengar sesuatu, tanya dia saat kumendekat
Banyak suara datang menyerbu gendang telingaku
Berisik putaran baling-baling kipas angin tua di dinding
Berulang dentaman palu dan gesekan gergaji para tukang
Juga teriakan mandor bangunan dari rumah tetangga

Bukan, suaranya ada di dekat kita, sanggah ayahku
Saat itu kami ada di depan ruang yang kami namai dapur
Tak ada suara apa pun dari ruang tempatku menjerang air
Kupertajam naluriku untuk dapat mendengar suara lembut
Hanya kudengar keluh hatiku yang dikejar tenggat waktu

Ada suara orang sibuk di dapur, kembali ayah berbisik
Ah, sudah pasti itu ibu, ratu keluarga pemilik dapur
Aku tak punya indra keenam seperti ayahku
Karna tak sedikit pun kudengar suara itu
Namun aku merasa ibu ada di situ

Mungkin ibu tahu aku pulang
Itulah sebab ibuku datang
Ingin memasak untukku
Atau mengingatkanku
Bawa seikat bunga
ke makamnya

Semarang, 6 September 2016


Senin, 05 Juli 2010

Kupinta Surga Bagimu



Melayang anganku ke masa lalu
Di kala masalah menimpaku
Saat itu aku mengingatmu
Kusadar engkaulah semangatku

Sekian lama engkau telah pergi
Hanya dari dunia fana ini
Kau melati suci di hidupku
Takkan pudar harumnya cintamu

Kini bila sesak pun menerpa
Ada tangan halus membelaiku
Kuyakin dirimu ada di sampingku
Kutahu kasih ibu bersamaku

Ibu engkaulah anugerah terindah
Kupinta surga bagimu


Catatan:
Puisi mengenang kepergian ibu ini kupintakan pada Yafet untuk dibuat lagu. Semoga bakal jadi lagu yang selalu memberi semangat setiap kali aku merindukannya.