Saat mengangkat selimut dari tali jemuran, tiba-tiba aku teringat Ibu. Lalu aku tersenyum-senyum sendiri laksana orang yang telah berubah pikiran. Tapi aku sedang sendiri, jadi tiadalah khawatir ada yang mengira aku sudah gila. Andakata ada yang melihat dan menyebut aku gila, aku pun akan terima dengan ikhlas. Karena bagiku kenangan akan Ibu terkait dengan selimut akan membuatku tersenyum sepanjang masa.
Sejak kecil aku memang tidak suka tidur berselimut. Sebenarnya aku tidak merasa terganggu dengan hawa dingin ataupun gangguan nyamuk yang sangat menyebalkan di mata orang lain. Saat menginap di daerah berhawa dingin pun tidak selalu kumanfaatkan selimut. Kecuali tubuhku sedang tak sehat atau benar-benar tak sanggup menahan hawa dingin. Hahaha... sama juga bohong ya? Tapi banyak orang curiga karena aku malas melipat selimut. Hohoho... tuduhan yang semena-mena ya?!
Dan seperti banyak orang, Ibuku tidak merestui ketidaksukaanku itu. Oleh karenanya beliau selalu berusaha membuatku berselimut.. hehe! Meskipun berangkat tidur tidak berselimut, pasti aku bangun dengan selimut yang sudah bergulung-gulung di sudut ranjang... mungkin karena aku bermimpi main bola.. :) Aku yakin pasti semalam Ibu menyelimutiku. Ah, begitulah Ibu... bahkan kasihmu terungkap melalui hal-hal sepele macam itu. Aku bayangkan tentu adegannya seperti di sinetron atau film-film... Ibu masuk ke kamarku dan memandang sedih melihat aku meringkuk kedinginan atau telentang dengan puluhan nyamuk menyambangiku tubuhku. Lalu sambil berbisik sayang diambilnya lipatan selimut dan menyelimutiku rapat-rapat. Jika bukan dengan bisikan sayang mungkin juga dengan omelan (karena keras kepalaku)... "Sudah dibilang berkali-kali kalau malam banyak nyamuk.. susah amat disuruh berselimut!"... bla...bla..bla.. Itulah omelan sayang seorang Ibu. Oh, so sweet... Coba ada CCTV.. :)
Tapi tahukah kamu? Aku suka menggoda Ibuku.. tentu saja dengan kebandelanku! Jika bangun tidur aku tidak langsung melipat selimutku. Sengaja menunggu Ibu melihatnya.. dan Beliau mengatakan: "Kalau bangun tidur itu, selimutnya mbokya langsung dilipat. Cah wadon ki sing rapi.. !" Lalu aku dengan gaya jumawa.. eh, tapi cuma akting kok.. :) akan menjawab, "Lho, semalam aku berangkat tidur gak pakai selimut kok.. siapa yang buka selimut dia yang melipat dong!" Dulu... waktu pertama kali mendapati akting perdanaku.. hahayy.. Ibu mana yang tidak akan shock? Saat melihat mata Ibu melotot dan hampir melantunkan omelan.. segera kupeluk beliau dan berteriak.. "hehehe.. bercanda...!" Lalu, kulipat selimutku dan Ibu tertawa tergelak, sering kali sambil mengaduk-aduk rambutku.
Dan akting itu sering kuulang.. bahkan hingga aku dewasa. Tapi lelucon itu tak pernah terasa garing.. karena tetap berakhir dengan tawa kami berdua. Ah, senangnya bisa menggoda Ibu.. dan kenangan ini selalu membuatku tersenyum. Hanya ada sedikit tanya.. adakah Ibu juga mengingat kenangan ini dan tersenyum dari surga sana? Sunday, 23 Oktober 2011
Malam itu aku masih berumur kurang dari 12 tahun. Persisnya berapa tahun, tidak kuingat secara pasti. Namun dapat dipastikan aku masih duduk di Sekolah Dasar dan dalam tahap mempelajari banyak lagu. Jadi, dapat diperkirakan saat itu aku duduk di kelas 1 atau 2 SD.
Malam itu aku sedang belajar dan Ibu berada di sampingku. Tentu Ibu bermaksud mengajariku. Di rumah hanya ada kami berdua. Entah ke mana Ayah dan saudari-saudariku pergi. Kami berdua duduk di ruang "serupa" ruang belajar. Ya, hanya serupa! Rumah kami hanyalah gubug kecil dengan 2 ruang tidur, dapur dan kamar mandi, serta satu ruang cukup besar di tengahnya. Ruang multifungsi... mungkin adalah nama yang tepat untuk ruang tengah itu, karena bisa berubah fungsi dengan cepat sesuai kebutuhan. Adakalanya akan menjadi ruang makan, ruang belajar, ruang tamu keluarga dekat, ruang setrika, bahkan bisa pula menjadi ruang tidur bila banyak saudara datang dari kampung.
Di ruang serupa ruang belajar itu, seingatku Ibu sedang mengajariku bernyanyi. Tepatnya menghafalkan nyanyian yang telah diajarkan guru di sekolah. Aku menyimak catatan lirik lagu dalam buku tulisku dan Ibu memegang pensil memberikan ketukan sekaligus menunjuk kata-kata yang harus kubaca. Sesekali Ibu memperbaiki artikulasi dan caraku menyanyi. Ibu turut bergumam mengiringiku.
Sepertinya aku cukup berbakat. Rasanya cepat sekali aku menangkap pelajaran itu, karena tiba-tiba saja aku sudah bernyanyi sendiri. Lalu seperti dalam film, gambar wajahku yang tengah bernyanyi perlahan-lahan diperbesar (di-zoom), sedangkan wajah Ibu yang semula di sampingku menjauh secara perlahan pula. Bayangan Ibu semakin kabur dan wajahku semakin nyata. Seiring lenyapnya bayangan Ibu, wajah kecilku pun berubah menjadi remaja dan lalu semakin lama menjadi semakin dewasa.
Ah... rupanya bukan karena aku berbakat menyanyi dan cepat belajar... namun, karena frame itu hanyalah mimpiku yang memang berjalan begitu cepat seperti preview sebuah film. Tiba-tiba aku telah terbangun di ujung pagi, dengan wujud dewasa serta dalam gumaman lagu indahku sepanjang masa ...
Kasih Ibu, kepada beta tak terhingga sepanjang masa Hanya memberi, tak harap kembali Bagai sang surya menyinari dunia
Salah satu menu favoritku adalah Rujak Cingur!
Mereka yang bukan berasal dari keluarga Jawa Timur atau tidak pernah tinggal di sisi Timur pulau Jawa ini, pasti terheran-heran bahkan cenderung jijik saat pertama kali melihat sepiring rujak cingur. Bagi mereka yang berani menerima tantangan untuk mencobanya, biasanya akan langsung jatuh cinta. Ah... tidak juga!
Seperti namanya makanan ini berbahan utama CINGUR alias hidung sapi. Dalam sajian kita temukan potongan buah-buahan sebagaimana RUJAK, namun rasanya jauh berbeda dari rujak buah. Sebab ada bumbu utama yang memberikan kekhasan yaitu petis udang.
Bahan-bahan:
Lontong (bisa dibeli atau dibuat sendiri)... enakan beli aja, praktis! :)
Cingur sapi atau kikil yang direbus
Tempe dan tahu yang digoreng dan dipotong dadu
Beberapa jenis sayuran (kangkung, kacang panjang, taoge) yang direbus
Beberapa buah segar (ketimun, bengkoang, nanas, kedondong, mangga, dll sesuai selera). Semuanya diiris-iris sedang.
Bumbu (semua yang diuleg):
Cabai rawit, bawang putih dan kencur
Kacang tanah yang disangrai
Irisan pisang batu/kluthuk muda
Gula merah dan garam
Air asam jawa
PETIS UDANG
(Bumbu diukur menurut selera masing-masing dan diuleg halus)
Saran penyajian
Siapkan piring lebar yang cantik... ;)
Potong-potong lontong sesuai selera
Tambahkan sayuran rebus di atasnya
Tambahkan tempe dan tahu goreng yang telah diiris-iris sedang
Tambahkan buah-buahan
Tambahkan potongan CINGUR
Tuangkan bumbu yang telah diuleg di atasnya
Taburi kerupuk sebagai pelengkap
Hidangkan dengan senyuman... :))
Pada masa kecilku, Alm. Ibuku memasukkan RUJAK CINGUR sebagai menu favorit keluarga. Yang paling kuingat karena menurutku sangat menarik... Ibu selalu menyiapkan semua bahan dan peralatan di atas tampah lebar. Ya, layaknya seorang pedagang yang hendak berjualan keliling. Lalu, kami dimulai dari Ayah akan memesan sesuai selera kami masing-masing... berapa cabainya, sayuran dan buah apa yang dipilih, dll. Tetapi jumlah cingur-nya adalah hak prerogatif "pedagangnya"... hahahaha. Sudah pasti Ayahku akan mendapat bagian terbanyak.. :(
Ibuku akan menguleg bumbunya satu per satu dan menyajikannya di piring atau daun. Wah kalau jadwal makan rujak cingur keluar... tak ayal lagi hati akan gembira seperti diundang makan ke istana negara. Sayang tak ada dokumentasinya... :))
Tapi aku berhasil meng-copy foto "sepiring rujak cingur" dari sebuah sumber untuk melengkapi tulisan ini
PS: CINGUR itu hidung sapi, sering2 menikmatinya mungkin membuat penciuman kita makin tajam.. LOL
Today it's supposed to be my Mother's birthday. May my beloved mother rest in peace in heaven. I'm very interested in "MOTHER", a song by SEAMO which tells the story about mother in her children's daily lives.
MOTHER
(A
song from SEAMO-Japan Musician)
Hi Mother, Haikei, genki ni shitemasuka?
Saikin renraku shinakute gomen Boku wa
nantoka yattemasu...
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo
majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute
Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo
tsutaetai
Chikaku ni iru to iradatsu kuse ni Tooku ni
iru to sabishiku kanji
Anata wa sonna sonzai Donna mondai mo Mi wo
kezutte kaiketsu suru
Soshite Boku no shitteru dare yori mo
Ichi-ban gamandzuyoku TAFU desu
Itsumo massaki ni ki ni suru Jibun janaku
boku no karada de
Suiji sentaku Souji ni ikuji Amatta jikan
sara ni shigoto shi
Ichi-ban hikui basho ni aru mono shika
Motomenakattano Anata yo
Atarimae sugi wakaranakatta Hitori de
kurashi hajimete wakatta
Anata no sugosa Taihensa Sore wo omoeba Kyou
mo boku ganbareru sa
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo
majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute
Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo
tsutaetai
"Ashita asa shichi-ji ni okoshite"
to itte
Anata jikan doori ni okoshite kurete
Shikashi Rifujin na boku wa
Neboke nagara ni iu kotoba wa
"Urusee!"
Konna kurikaeshi no RUUTIN Iyana kao hitotsu
sezu ni
Anata Mainichi okoshite kureta
Donna mezamashi yori atatakaku seikaku datta
Sore de mo aru hi Gakkou wo ZURUyasumi
"Ikitakunai" to ii
FUton kara ichido mo denu boku mae ni Kao wo
ryoute de ooikakushi
Oogoe agete naita Boku mo kanashikute naita
Sono toki boku wa "Nante baka na koto
wo shitan da" to jibun semeta
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo
majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute
Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Kanshashitemasu My
Mother
Kodomo ni sakidattareru hodo Tsurai koto
nante Kono yo ni nai no dakara
Tatta ichi-byou de mo Anata yori nagaku
ikiru koto Kore dake wa mamoru
Kore dake wa...
Anata no kodomo de yokatta Anata ga boku no
haha de yokatta
Itsu made mo kawaranai Zutto zutto kawaranai
Boku wa anata no ikiutsushi dakara...
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo
majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute
Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo
tsutaetai
Zutto boku no haha de ite Zutto genki de ite
Anata ni wa mada shigoto ga aru kara Boku no
oyakoukou uketoru shigoto ga...
English
Version:
Hi Mother, Dear Mother, how are you doing?
Sorry I haven’t called recently, I’m getting
by okay…
*Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown
more genial
But to me you’re still bigger than anything,
stronger than anyone
I want to tell my kids about this love that
supported me
Even though I grow impatient when I’m near
you
When you’re far away from me I grow lonely
That’s who you are to me, you can cut
through any problem and solve it
And you have the most patience and toughness
of anyone I know
You would always be concerned over my
well-being before your own
Cooking, doing the laundry, cleaning,
raising a child
You even worked during your free time
You would only require things from the
lowest places
I didn’t understand even though it was so
obvious
It wasn’t until I started living by myself
that I understood
Whenever I think of how much you’ve
accomplished
And how hard it must have been, I feel like
I can try my best today
(Repeat*)
I’d say, “Wake me up at seven a.m.”
And you would wake me up right on time
But I would be unfair to you
And say the words “shut up” while I was
still half-asleep
This was the daily routine
You never made one tired face
And woke me up every day
Warmer and more accurately than any alarm
clock
But then one day I skipped school and said,
“I don’t wanna go”
I wouldn’t leave my futon and you stood in
front of me
Hid your face with both hands and cried
loudly
I also felt sad and cried
At that time I blamed myself wondering, “How
could I be so stupid?”
Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown
more genial
But to me you’re still bigger than anything,
stronger than anyone
I give you thanks for this love that
supported me, my mother
I know there’s nothing more painful in the
world
Than a parent burying their child
So I’ll make sure it never happens
Even if I only live one second longer than
you
I’ll make sure of it…
I’m glad I’m your child
I’m glad you’re my mother
And that won’t ever change
It won’t ever change for all time
Because I am the very image of you…
(Repeat*)
Be my mother forever
Be well forever
You still have one more job left to do
And that’s to accept your son’s love and
respect for you…
Yesterday, i chatted with my best friend Joszef-from Hungary. We talk about Christmas. He asked me the special menu in my family to celebrate Christmas. So, I told him about a special menu in my family every Christmas. The menu is "Mie Bakso Kuah". Hahaha.. it's such a simple menu. Yes, but always be the special for my family. My Mum often cook this menu when we are home (my sister and I have leave home since a long time), especially on Christmas. We will eat "Mie Bakso Kuah" when back home after a Mass on Christmas Eve. It must be special.. a hot menu for the cool night near early morning. So, after my Mum passed away on July 2009 we very missed this special menu on our special day.. :(
Joszef has a talent in cooking. He is a best Chef for his family. Every time I told him about foods from Indonesia, he always ask me how to make it. I love this guy. So, i wrote for him the recipe of “Mie Bakso Kuah”, my Mum's recipe. I don't know, maybe it’s not practical… honestly i have difficulty to write it.. LOL.. :))
Broth/Mayonnaise:
Boil about 500 gr beef ribs with 2 liters of water and about 6-8 cloves garlic (crushed)
When the ribs are tender enough and issue stock, add some ground pepper, salt, and white sugar
Add “tongcai” (marinated vegetables, usually made from turnips, maybe you can find it in the chinese store) or if you can’t find it… substitute with slice green onion (about 2 stalks)
Put all meatballs into the broth and wait until boil again
Fill Materials:
Wet yellow noodles or other kind of noodles (boiled and separated)
Mustard greens (boiled and separated)
Fried meatballs
Tofu meatballs
Spice Supplement
Celery (sliced)
Shallots and garlics (fried)
Boiled sauce (sambal rebus) or you can substitute with chili ketchup
Sweet soya sauce
Tomato ketchup
How to make boiled sauce: - 7-10 small chilies (cayenne), boiled - a clove of garlic, boiled - grind finely both chilies and garlic, and give a few of broth
Serve Suggestion
Prepare a pretty sunken bowl
Arrange noodles and mustard greens
Sprinkle with celery and fried shallot/garlic
Add the fried meatballs and tofu meatballs
Pour the meatballs and broth - which had previously been boiled
If you like, serve with the sweet soya sauce, boiled sauce, and tomato sauce
Enjoying while hot…
We can find every kind of "bakso" (also tongcai ) at a Chinese Store. But, if we can not find we can make it by ourself. It's easy.. just need a routine exercise and patience.. LOL. How to make meatballs:
Refine many cloves of garlic, peppers, and salt
Minced finely about 350 gr meat with food processor (select fresh beef, free muscle and less fat)
Mixed refined spices and grinded beef with 50 gr tapioca flour, egg, and cool water
Slam the dough a few times
Ready some boiling water
Make rounded meatballs, dip in boiling water, do it until they run out
Boil the water again until all meatballs float, then lift all and drain
How to make fried meatballs:
Minced until tender about 150 gr chicken and beef
Add egg yolk and wheat flour
Add spices: nutmeg powder, pepper powder, garlic (that has been fried and mashed)
Add oyster sauce and salt
Make rounded meatballs
Dip the dough balls in dyeing (rice flour, water and salt)
Fry in hot oil until golden brown, then remove and drain.
How to make tofu meatballs:
Take some dough meatballs
Enter into the tofu that already cleaved
Steam until cooked and drain
Okay... And below is the picture of "Mie Bakso Kuah" that i made to remembrance a lovely Mother, like my Mum. I believe that She will proud of me... give me a smile from heaven.
November, 2010 Road to have a 2nd Christmas without Mum..