Jumat, 02 September 2011

KASIH IBU KEPADA BETA

Malam itu aku masih berumur kurang dari 12 tahun. Persisnya berapa tahun, tidak kuingat secara pasti. Namun dapat dipastikan aku masih duduk di Sekolah Dasar dan dalam tahap mempelajari banyak lagu. Jadi, dapat diperkirakan saat itu aku duduk di kelas 1 atau 2 SD.

Malam itu aku sedang belajar dan Ibu berada di sampingku. Tentu Ibu bermaksud mengajariku. Di rumah hanya ada kami berdua. Entah ke mana Ayah dan saudari-saudariku pergi. Kami berdua duduk di ruang "serupa" ruang belajar. Ya, hanya serupa! Rumah kami hanyalah gubug kecil dengan 2 ruang tidur, dapur dan kamar mandi, serta satu ruang cukup besar di tengahnya. Ruang multifungsi... mungkin adalah nama yang tepat untuk ruang tengah itu, karena bisa berubah fungsi dengan cepat sesuai kebutuhan. Adakalanya akan menjadi ruang makan, ruang belajar, ruang tamu keluarga dekat, ruang setrika, bahkan bisa pula menjadi ruang tidur bila banyak saudara datang dari kampung.

Di ruang serupa ruang belajar itu, seingatku Ibu sedang mengajariku bernyanyi. Tepatnya menghafalkan nyanyian yang telah diajarkan guru di sekolah. Aku menyimak catatan lirik lagu dalam buku tulisku dan Ibu memegang pensil memberikan ketukan sekaligus menunjuk kata-kata yang harus kubaca. Sesekali Ibu memperbaiki artikulasi dan caraku menyanyi. Ibu turut bergumam mengiringiku.

Sepertinya aku cukup berbakat. Rasanya cepat sekali aku menangkap pelajaran itu, karena tiba-tiba saja aku sudah bernyanyi sendiri. Lalu seperti dalam film, gambar wajahku yang tengah bernyanyi perlahan-lahan diperbesar (di-zoom), sedangkan wajah Ibu yang semula di sampingku menjauh secara perlahan pula. Bayangan Ibu semakin kabur dan wajahku semakin nyata. Seiring lenyapnya bayangan Ibu, wajah kecilku pun berubah menjadi remaja dan lalu semakin lama menjadi semakin dewasa.

Ah... rupanya bukan karena aku berbakat menyanyi dan cepat belajar... namun, karena frame itu hanyalah mimpiku yang memang berjalan begitu cepat seperti preview sebuah film. Tiba-tiba aku telah terbangun di ujung pagi, dengan wujud dewasa serta dalam gumaman lagu indahku sepanjang masa ...

Kasih Ibu, kepada beta
tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi, tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia


Depok, September 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar